Dalam dunia pemasaran digital, istilah copywriting dan content writing sering kali digunakan secara bergantian. Namun, keduanya memiliki peran yang berbeda dalam strategi pemasaran bisnis. Memahami perbedaan antara copywriting dan content writing dapat membantu bisnis menentukan strategi yang paling efektif untuk mencapai tujuan pemasaran mereka.
Pengertian Copywriting dan Content Writing

Mengetahui perbedaan antara copywriting dan content writing dimulai dengan pemahaman pengertiannya.
Apa Itu Copywriting?
Copywriting adalah seni menulis teks pemasaran yang bertujuan untuk membujuk audiens agar mengambil tindakan tertentu, seperti membeli produk, mengisi formulir, atau mendaftar layanan. Copywriting berfokus pada pembuatan teks yang persuasif, ringkas, dan langsung ke tujuan.
Contoh penggunaan copywriting:
- Iklan digital di Google Ads atau Facebook Ads
- Call-to-action (CTA) dalam email marketing
- Headline dan tagline produk
- Deskripsi produk di e-commerce
Menurut David Ogilvy, seorang legenda dalam dunia periklanan, “Copywriting yang baik bukan hanya soal menulis dengan indah, tetapi juga tentang menjual produk dengan efektif.”
Apa Itu Content Writing?

Content writing, di sisi lain, adalah proses menulis konten yang bertujuan untuk memberikan informasi, mendidik, atau menghibur audiens. Content writing lebih berfokus pada pembangunan hubungan jangka panjang dengan audiens dan meningkatkan kepercayaan terhadap merek.
Contoh penggunaan content writing:
- Artikel blog untuk meningkatkan SEO
- E-book dan white paper
- Newsletter untuk edukasi pelanggan
- Skrip video edukasi di YouTube
Joe Pulizzi, pendiri Content Marketing Institute, menyatakan bahwa “Content marketing bukan tentang apa yang ingin kita jual, tetapi tentang informasi yang ingin didapatkan oleh audiens kita.”
Perbedaan Utama antara Copywriting dan Content Writing
Aspek | Copywriting | Content Writing |
---|---|---|
Tujuan | Mendorong tindakan (konversi) | Membangun hubungan dan edukasi |
Gaya Penulisan | Persuasif, singkat, langsung ke sasaran | Informatif, edukatif, dan mendalam |
Format | Iklan, tagline, CTA, landing page | Artikel blog, e-book, newsletter, skrip video |
Metode Pengukuran | Tingkat konversi, klik, penjualan | Trafik organik, engagement, waktu di halaman |
Strategi Penggunaan Copywriting dan Content Writing dalam Digital Marketing
Agar strategi pemasaran digital berjalan optimal, bisnis perlu memahami kapan harus menggunakan copywriting dan kapan harus menggunakan content writing. Berikut adalah beberapa strategi penggunaan keduanya:
1. Meningkatkan Brand Awareness dengan Content Writing
Content writing sangat efektif dalam membangun kesadaran merek dan meningkatkan kredibilitas bisnis. Artikel blog yang SEO-friendly, misalnya, dapat menarik trafik organik ke website dan meningkatkan visibilitas di mesin pencari seperti Google.
Contoh: Sebuah perusahaan skincare menulis artikel blog tentang “10 Bahan Alami untuk Kulit Sehat” yang memberikan informasi bermanfaat bagi audiensnya. Artikel ini dapat menarik pembaca yang tertarik dengan perawatan kulit alami, meningkatkan awareness terhadap produk perusahaan tersebut.
2. Meningkatkan Konversi dengan Copywriting

Setelah bisnis menarik perhatian audiens melalui content writing, copywriting dapat digunakan untuk mendorong konversi. CTA yang menarik dalam landing page atau email marketing dapat meningkatkan kemungkinan pelanggan untuk melakukan pembelian.
Contoh: Sebuah perusahaan software menggunakan copywriting dalam landing page mereka dengan kalimat seperti “Tingkatkan Produktivitas Anda dengan Software XYZ – Coba Gratis Selama 14 Hari!” yang dirancang untuk mendorong pengunjung mencoba layanan mereka.
3. Mengoptimalkan Kampanye Iklan Berbayar dengan Copywriting
Copywriting sangat penting dalam pembuatan iklan berbayar di Google Ads atau Facebook Ads. Iklan yang efektif harus memiliki teks yang singkat namun menarik perhatian dan menggugah rasa ingin tahu audiens.
Contoh: Sebuah bisnis e-commerce menggunakan copywriting dalam iklan mereka dengan teks seperti “Diskon 50% Hanya Hari Ini! Dapatkan Produk Favoritmu Sekarang!” yang dirancang untuk menciptakan urgensi dan meningkatkan penjualan.
4. Meningkatkan Retensi Pelanggan dengan Content Writing
Content writing juga berperan penting dalam menjaga hubungan dengan pelanggan. Newsletter mingguan yang berisi tips bermanfaat atau studi kasus dapat meningkatkan loyalitas pelanggan.
Contoh: Sebuah perusahaan SaaS mengirimkan email bulanan yang berisi artikel tentang “Cara Menggunakan Fitur Baru untuk Meningkatkan Efisiensi Kerja,” sehingga pelanggan merasa mendapatkan manfaat lebih dari layanan yang mereka gunakan.
Mana yang Lebih Efektif untuk Bisnis?
Tidak ada jawaban pasti tentang mana yang lebih efektif antara copywriting dan content writing, karena keduanya memiliki tujuan yang berbeda namun saling melengkapi. Bisnis yang sukses biasanya menggabungkan keduanya dalam strategi pemasaran digital mereka.
Menurut Neil Patel, pakar digital marketing, “Copywriting membantu Anda menjual produk, sementara content writing membantu Anda membangun audiens setia. Keduanya tidak bisa dipisahkan dalam strategi pemasaran yang efektif.”
Copywriting dan content writing adalah dua elemen penting dalam pemasaran digital. Copywriting bertujuan untuk mendorong tindakan langsung, sementara content writing bertujuan untuk membangun hubungan dengan audiens. Bisnis yang ingin sukses dalam pemasaran digital perlu memahami kapan dan bagaimana menggunakan keduanya secara strategis.
Dengan menggabungkan content writing untuk menarik dan mendidik audiens serta copywriting untuk mendorong konversi, bisnis dapat menciptakan strategi pemasaran yang lebih efektif dan berkelanjutan. Apakah bisnis Anda sudah mengoptimalkan keduanya?
Seiring perkembangan bisnis biasanya inventaris usaha juga mulai menumpuk. Jika Anda membutuhkan ruang lebih namun tidak ingin memindahkan lokasi bisnis Anda, gunakan layanan penyimpanan mandiri atau self storage. SpaceHub sebagai solusi penyimpanan mandiri menjadi salah satu pilih terbaik di Jakarta dan sekitarnya.
SpaceHub sudah hadir di kawasan MH Thamrin, Bendungan Hilir, Gajah Mada, dan Daan Mogot. Kunjungi website SpaceHub.id untuk informasi lebih lanjut.