kontak SpaceHub
10 Contoh Iklan Soft Selling yang menarik

10 Contoh Iklan Soft Selling yang Efektif untuk Meningkatkan Penjualan

Pelajari 10 contoh iklan soft selling terbaik dari brand yang sukses meningkatkan penjualan tanpa terkesan memaksa. Temukan strategi, storytelling, dan tips efektif untuk membangun hubungan dengan pelanggan secara alami!

Pernahkah Anda tertarik membeli sebuah barang karena melihat gambar idola kalian berseliweran membawa produk tersebut. perasaan kedekatan terhadap iklan yang berusaha dibangun branding bersangkutan dalam strategi soft selling.

Contoh iklan soft selling merupakan bagian menarik dalam strategi pemasaran. Hal yang harus Anda ketahui dalam dunia pemasaran, terdapat dua strategi utama untuk mempengaruhi pelanggan, yaitu hard selling dan soft selling. Strategi ini nantinya akan menentukan kesuksesan penjualan produk Anda. Memang apa sih perbedaannya?

Perbedaan Hard Selling dan Soft Selling

Dilansir dari situs Investopedia, hard selling adalah pendekatan langsung yang mendesak audiens untuk segera membeli produk atau layanan. Biasanya strategi ini ditemukan pada salesperson yang bisa Anda temui di mall-mall.

Sebaliknya, soft selling adalah teknik pemasaran yang lebih halus dan tidak memaksa. Soft selling berfokus pada membangun hubungan, memberikan nilai, dan meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap sebuah brand.

Soft selling sering kali dikemas dalam bentuk storytelling, konten edukatif, atau hiburan yang relevan dengan target pasar. Dengan pendekatan ini, pelanggan merasa lebih nyaman dan tertarik untuk membeli tanpa merasa ditekan.

Mengapa Soft Selling Efektif?

Soft selling telah terbukti menjadi strategi pemasaran yang lebih berkelanjutan dibandingkan dengan hard selling. Berikut beberapa alasan mengapa metode ini efektif:

  1. Meningkatkan loyalitas pelanggan – Soft selling membangun hubungan emosional dengan pelanggan, sehingga mereka lebih setia terhadap merek.
  2. Meningkatkan brand awareness – Kampanye soft selling sering kali lebih mudah diingat karena pendekatannya yang lebih halus dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.
  3. Menghindari resistensi konsumen – Pelanggan cenderung menghindari iklan yang terlalu memaksa. Dengan soft selling, mereka lebih terbuka untuk menerima pesan brand.
  4. Meningkatkan engagement di media sosial – Konten yang bersifat edukatif, inspiratif, atau menghibur sering kali lebih banyak dibagikan dan dikomentari oleh audiens.

Karakteristik Iklan Soft Selling yang Baik

Agar kampanye soft selling berhasil, ada beberapa karakteristik utama yang harus diperhatikan dalam Iklam:

  • Tidak langsung mendorong pembelian – Fokus utama adalah membangun hubungan dan memberikan nilai.
  • Menggunakan storytelling – Merek yang memiliki cerita yang kuat lebih mudah diingat oleh pelanggan.
  • Memberikan manfaat bagi audiens – Bisa dalam bentuk edukasi, hiburan, atau inspirasi.
  • Menggunakan pendekatan emosional – Soft selling sering kali memanfaatkan emosi pelanggan untuk menciptakan keterikatan dengan brand.

10 Contoh Iklan Soft Selling yang Sukses

Berikut adalah beberapa contoh iklan soft selling dari berbagai brand ternama yang sukses menarik perhatian audiens tanpa terasa seperti iklan yang memaksa.

1. Nike (Inspiratif dan Emosional)

Sumber : Pixabay

Nike terkenal dengan kampanye soft selling-nya yang selalu menginspirasi audiens untuk mencapai impian mereka. Alih-alih hanya mempromosikan sepatu atau pakaian olahraga, Nike sering menggunakan cerita atlet yang berjuang dan berhasil meraih kemenangan.

Contoh: Iklan “Find Your Greatness” menampilkan berbagai orang biasa yang berusaha mencapai tujuan mereka dalam olahraga, bukan hanya atlet profesional.

2. Coca-Cola (Personalisasi & Interaksi)

Coca-Cola meluncurkan kampanye “Share a Coke”, di mana mereka mencetak nama-nama populer di botol mereka. Kampanye ini berhasil meningkatkan interaksi pelanggan karena mereka merasa lebih personal dengan brand dan ingin berbagi pengalaman mereka di media sosial.

3. Marjan (Storytelling & Emosi)

Sumber : Youtube Marjan

Marjan menggunakan format storytelling dalam iklan audiovisual, kampanye yang dilakukan tiap menjelang Ramadhan hingga Idul Fitri ini sudah melekat bagi masyarakat Indonesia. Tak jarang mereka mengemasnya sebagai serial yang terdiri dari beberapa episode.

Kualitas animasinya bahkan disebut mengalahkan film action studio ternama di dunia. Storytellingnya umumnya menciptakan hubungan emosional dengan audiens dan meningkatkan kesadaran membangun kebersamaan dengan orang-orang sekitar.

4. Lifebuoy (Edukasi dan Storytelling)

Lifebuoy menampilkan edukasi tentang pentingnya mencuci tangan untuk mencegah penyakit. Mereka menggunakan format storytelling antara anak laki-laki yang sedang bermain di taman lalu makan dengan tangan kotor. Ibu si anak mengingatkannya untuk mencuci tangan. Anak itu tersenyum sambil berkata, “Hanya butuh 10 detik, kan?”. Lifebuoy memberikan informasi kesehatan sebagai sifat edukasi yang ditunjukkanya.

5. Tokopedia (Hiburan & Awareness)

Tokopedia menggunakan soft selling dengan menampilkan musisi Korea Selatan yang booming di zamannya. Sebenarnya bukan hanya sebagai ambassador bisnis, Tokopedia bahkan menyelanggarakan sebuah acara bertajuk Waktu Indonesia Belanja yang diisi dengan format music show. Hal ini cukup menarik perhatian pengguna yang punya ketertarikan dengan grup Kpop untuk menggunakan Tokopedia.

6. Traveloka (Soft Promotion & Storytelling)

Traveloka menggunakan storytelling dengan tagline “Life, Your Way” yang menampilkan pengalaman perjalanan pelanggan, menyoroti bagaimana layanannya membantu mereka menikmati liburan tanpa khawatir. Ini mendorong pelanggan untuk menggunakan aplikasi tanpa perlu promosi yang agresif.

7. Wardah (Relatable & Komunitas)

Wardah membangun komunitas melalui kampanye “Inspiring Beauty”, yang mendorong perempuan untuk meraih mimpi mereka sambil tetap memperhatikan kecantikan dari dalam. Strategi ini membuat Wardah lebih dekat dengan konsumennya, khususnya wanita Muslimah.

8. SpaceHub (Pengalaman & Masalah Pelanggan)

Sumber : Pribadi

SpaceHub sebagai penyedia layanan sewa gudang seringkali menggunakan masalah-masalah penataan barang yang dirasakan banyak orang. Hal ini menjadi strategi iklan mereka sebagai solusi atau pengalaman dan masalah yang banyak dialami oleh pelanggan. Melalui #CobaSimpanAjaDulu, SpaceHub mengajak orang-orang untuk merasakan layanan SpaceHub dalam waktu jangka pendek.

9. Apple (User-Generated Content)

Apple menggunakan strategi soft selling dengan menampilkan foto-foto yang diambil oleh penggunanya dalam kampanye “Shot on iPhone”. Ini menciptakan testimoni organik dari pelanggan, yang meningkatkan kepercayaan tanpa perlu promosi langsung.

10. Gojek (Kepercayaan & Gaya Hidup)

Tagline Gojek “Pasti Ada Jalan” seolah menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia untuk berpindah tempat dengan mudah. Tagline merupakan kalimat singkat yang digunakan untuk branding sebuah bisnis. Tagline dapat memengaruhi citra sebuah merek. 

Cara Membuat Iklan Soft Selling yang Efektif

Sumber : Pixabay

Jika Anda ingin menerapkan strategi soft selling dalam bisnis Anda, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

  1. Gunakan storytelling – Ceritakan kisah yang relatable dengan audiens Anda.
  2. Pahami emosi dan pain point audiens – Kenali masalah yang mereka hadapi dan berikan solusi tanpa harus memaksa mereka membeli.
  3. Fokus pada manfaat, bukan hanya fitur – Tunjukkan bagaimana produk atau layanan Anda dapat meningkatkan kehidupan pelanggan.
  4. Gunakan influencer atau user-generated content – Testimoni dari pengguna lain lebih dipercaya daripada promosi langsung.
  5. Buat konten yang bernilai – Bisa berupa edukasi, hiburan, atau inspirasi yang membuat audiens tertarik tanpa merasa sedang melihat iklan.

Soft selling adalah teknik pemasaran yang lebih halus namun efektif dalam membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Dengan pendekatan ini, brand dapat meningkatkan loyalitas pelanggan, brand awareness, dan engagement tanpa harus terasa seperti sedang berjualan.

Melalui contoh dari brand-brand tersebut kita bisa belajar bahwa iklan soft selling yang baik harus memiliki storytelling yang kuat, relevan dengan audiens, dan memberikan nilai yang nyata.

Jika Anda ingin menerapkan soft selling dalam strategi pemasaran bisnis Anda, mulailah dengan memahami target audiens dan memberikan konten yang benar-benar bermanfaat bagi mereka.

Share this article:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *